Trustco Institute

Lembaga Pengembangan SDM Pofesional

Tuesday 10th July 2018

Bagaimana Mengetahui Bahwa Ide Anda Dimengerti

Bagaimana Mengetahui Bahwa Ide Anda Dimengerti

Bayangkan bahwa anda sedang bercakap dengan atasan anda, dan anda berusaha mengemukakan kepadanya suatu ide yang baru. Anda berusaha sepenuh-penuhnyauntuk tampil memikat; dan dia mendengarkan. Tapi apakah yang dipikirkannya? Dengan mengamati dia, anda bisa mampu menangkap beberapa tanda bahasa badan. Sebagai contoh, umpamanya dia mengambil selembar kertas dari mejanya dan membolak-baliknya. Jika kertas itu adalah suatu tulisan rencana yang anda bawa untuk menyokong dalil anda, maka suatu kesimpulan yang pantas ialah dia mungkin sedang mengikuti pembicaraan anda dengan penh perhatian. Tapi umpamakan dia mulai menandatangani setumpuk surat-surat yang menunggu tandatangannya. Benar bahwa keadaan ini menunjukan ia sedang melakukan sesuatu dan masih tetap mendengarkan. Tapi halitu lebih merupakan suatu tanda bahwa dia tidak begitu tertarik dan memperhatikan lagi. Dalam keadaan begitu lebih baik anda mengajukan beberapa pertanyaan yang baru, atau mengalihkan pembicaraan itu kepada suatu topik yang lain.


Perhatikanlah atasan anda dikala dia mendengarkan anda. Bagaimana sikap badanya? Apakah dia mencondongkan badanya dan mukanya atau menyandarkan badannya kebelakang? Apakah mata atau pandangannya tertuju kepada Anda, atau beralih dan berputar kesekitar atau memandang jendela? Bagaimana dengan tangannya…? Apakah tetap diam – atau sedang bergerak atau “memainkan” benda-benda-benda dihadapannya?

Keadaan dan cara ini menunjukan bahwa hal itu semua merupakan tanda-tanda yang jelas. Memang begitu, tapi masalahnya kita terlalu sering tidak menghiraukan atau mengamatinya. Kita terlalu sibuk memikirkan dan merasakan apa yang kita pikirkan dan katakan.

Jika petunjuk gerak-gerik bahasa badan bermacam ragam diantara setiap orang, ada sesuatu yang sudah ditangani ahli-ahli psikologi sebagai tolok ukurnya. Sebagai contoh, bayangkan anda dalam suatu pembicaraan tatap muka dengan seorang teman. Anda sedang merundingkan beberapa masalah antar departemen. Anda tidak ingin terlalu mendesakan pendapat Anda. Tapi bagaimana anda dapat memberi tahu sikap anda ini? Dia tidak begitu suka memberitahu anda dengan banyak kata, dan juga dia tidak menunjukan sikap dengan kata-kata keras atau kejengkelan terhadap usul anda yang mendesak itu.

Anda sedang mengamati orang yang lain. Dia sedang duduk dengan tangannyad di atas meja. Sekarang satu tangannya dinaikannya dan mulai mengurut pipinya dengana telapak tangannya. Satu menit kemudian tangan itu bergerak dan mengurut belakang lehernya.

Semua itu adalah perbuatan yang tidak disadari. Tapi hal itu dapat lebih mengungkapkan kebenaran daripada kata-kata yang diucapkan. Ahli-ahli psikologi sudah menyebut kedua gerakan itu sebagai “Reaksi-reaksi defensif”, yang berasal dari masa kanak-kanak. Gerakan-gerakan itu mengisyaratkan suatu perasaan terancam.

Ada juga reaksi-reaksi lain seperti itu. Seperti sudah dikatakan, reaksi itu beragam dalam tingkat dan bentuknya pada setiap individu. Bahasa badan adalah suatu komponen yang penting dari pergaulan antar pribadi. Mengetahui sesuatu tentang bahasa badan berarti anda mempunyai teknik tertentu dalam memahami manusia dengan menemukan tanda-tanda mengenai apa yang mereka pikirkan pada suatu saat tertentu.

Untuk mengembangkan kemampuan anda dalam membaca badan:

  1. Tajamkan pengamatan anda mengenai bahasa badan dari orang-orang lain. Perhatikan mereka dikala mereka berbicara dan mendengarkan, dalam pertemuan-pertemuan atau pembicaraan berdua. Mulailah menandai tanda-tanda khusus yang mengandung pikiran dan emosi.
  2. Kembangkanlah suatu kamus yang bersifat pribadi tentang tanda-tanda bahasa badan, dari orang penting yang selalu anda hadapi. “Kamus” ini tidak perlu ditulis dengan tepat sekali secara ilmiah. Ketika anda mengamati tanda-tanda bahasa badan, anda mulai membangun suatu “perasaan” atau pengetahuan yang dapat dipercaya mengenai apa yang sebenarnya terletak di balik kata-kata yang diucapkan orang lain.
  3. Kembangkan keterampilan anda untuk bereaksi terhadap tanda-tanda bahasa badan. Lihatlah gerak-gerik yang menunjukan sifat mempertahankan diri, perhatian, keraguan. Sesuaikan pendekatan anda dengan pesan-pesan yang disampaikan tanda-tanda yang tida disadari itu kepada anda.

Setiap manajer harus menguasai dua bahasa: ia harus menguasai bahasa ibu, dan bahasa badan. Mengetahui apa yang sesungguhnya dipikirkan orang lain dapat merupakan suatu keuntungan yang besar, dan dengan sedikit pengamatan dan berpikir, keuntungan ini dapat menjadi milik anda.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.